Motor Arus Searah / DC
kali ini materi postingan baru saya mengenai seputar motor,,,,
Dilihat dari sudut kegunaan utamanya,motor arus searah dapat dibagi dalam dua kelompok utama yaitu: motor Listrik dan Generator atau sering disebut dinamo.
Suatu motor listrik
pada intiya dapat dianggap terdiri dari bagian-bagian yang diam yang
dinamakan stator (rangka atau ganbar) dan suatu bagian yang berputar
dinamakan rotor, pada mesin arus searah lazim disebut jangkar.
Dalam konversi energi, baik dari energi listrik ke energi mekanik (motor listrik) atau dari energi mekanik ke energi listrik (Generator) selalu melalui suatu medium medan magnit. Dalam hal ini ada 3 parameter yang selalu berinteraksi yaitu:
1. Fluksi magnit
2. Konduktor berarus
3. Gerak (force)
Ketiga parameter tersebut dipenuhi dengan adanya:
1. Kumparan medan
2. Kumparan jangkar
3. Sistim poros dan bantalan
motor arus searah terdiri dari lima bagian utama yaitu:
1. Poros yang terbuat dari baja
2. Inti rotor terbuat dari plat dinamo
3. Kumparan Rotor
4. Kumparan medan
Gambar 2.1 Bagian uatama mesin listrtik arus searah
A. Stator/Rangka gandar
Pada motor arus searah,
gandar berfungsi sebagai bagian dari rangkaian magnetik yang biasanya
di buat dari besi tuang. Pada gandar terdapat seperangkat kutub-kutub
medan yang dibuat dari inti laminasi baja pelat dan kumparan medan
dipasngkan pada kutub-kutub medan tersebut, seperti ditunjukkan pada
gambar 2.2.
Gambar 2.2 Stator dan rangka gandar
Sepatu
kutub dibuat dari besi lapis yang cukup tipis (plat dinamo) yang
dijadikan satu, dimasukkan kedalam kumparan magnitnya yang telah di
bungkus isolasi yang memadai. Sepatu kutub ini dipasangkan pada rangka
(yoke) yang sekaligus jadi badan mesin dengan dua buah baut
Bagian dalam badan motor arus searah
(yoke) dibubut agar sepatu kutubnya mempunyai celah udara serapat
mungkin (minimum) dan lingkaran dalam betul-betul bulat. Dalam rangka
ini ditempatkan sejumlah pasang sepatu kutub.
Pasangan
kutub U dan S selalu berurutan seperti letak sepatu kutubnya dan
ujung-ujung kawat kumparannya dihubungkan satu pada yang lain sehingga
keluar hanya 2 ujung dan dipasang pada kotak klem dengan tanda huruf
simbol F1 dan F2; pada kotak/plat klem itu juga ditempatkan klem untuk
kabel peralatan sikat yang berhubungan dengan jangkar (armature) atau
rotor dan diberi huruf simbol A1 dan A2
B. Kumparan Medan
Kumparan
medan juga dikenal dengan kumparam penguat untuk menghasilkan medan
magnit pada kutub uama ( main pole ) .gambar 2.3 menunjukkan penepatan
kumparan medan pada inti kutub.
Gambar 2.3 penempatan kumparan medan
C. Rotor atau Jangkar
Rotor motor arus searah dilengkapi dengan komutator dengan lamel-lamel sebagai terminal kumparan jangkar motor dan dipasangkan pada poros.
Rotor
atau jangkar dibuat dari plat-plat tipis baja campuran dalam bentuk
tertentu. Alur-alur pada jangkar dibuat untuk meletakkan lilitan jangkar
, lihat gambar 2.4.
Gambar 2.4 Rotor/jangkar
D. Bantalan (Bearing)
Bantalan pada motor/dinamo berfungsi sebagai:
1. Memperlancar gerak putar poros
2. Mengurangi gesekan putaran dan perlu diberi pelumas
3. Penstabil poros terhadap gaya horizontal dan gaya vertikal poros motor.
Menurut tipe bantalan (bearing) dapat dibedakan antara lain:
1. Bantalan peluru
2. Bantalan roller
3. Bantalan bos.
E. Tutup (End Plate)
Gambar 2.5 Bagian tutup
Pada setiap motor listrik atau generator mempunyai 2 (dua) buah tutup, masing masing ditempatkan pada dua sisi rangka di ikat dengan baut.
Kedua tutup tersebut befungsi sebagai:
1. Dudukan bantalan poros motor/dinamo
2. Titik senter antara rotor/poros dengan rumah stator
3. Pelindung bagian dalam motor/dinamo
F.
Bagian Mekanik Sikat Arang
Sikat
karbon ditempatkan diatas perputaran komutator berfungsi sebagai
jaringan untuk memindahkan arus antara jangkar dan kumparan medan. Peralatan
sikat, terdiri dari pemegang sikat (A) yaitu tempat dudukan sikat yang
diikatkan pada rangka mesin, (B) Sikat arang , (C) Komutator dan (D)
Pegas. Dengan tekanan pegas sikat arang akan selalu menekan pada
komutator tanpa mengganggu kelancaran putaran rotor. Setiap sikat
terpasang pada dudukan sikat , yang disatukan dengan pegas untuk
mempertahankan tekanan sikat yang konstan pada komutator.
Perlengkapan (Rigging Brush) digunakan untuk dukungan pemegang sikat terdiri dari sepatu dan gagang sikat.
Sekalipun
sudah dibentuk, nyatanya kita tidak dapat membuat sikat arang berbentuk
lengkungan seperti lengkungan komutatornya terutama ujung-ujung sikat
arangnya. Bersihkan selalu serbuk arang dan abrasip lainnya dengan
memakai sikat halus atau alat pengisap debu.sumber :
http://hamadun.blogspot.com/2010/05/motor-arus-searah-dc.html












